IMAN -inspired by the pastor’s homily-

Biasanya ni saya pasti terkantuk-kantuk kalo harus misa Minggu pagi. Gimana engga kalo malemnya cuma tidur 2-3 jam saja. Tapi ada yang beda dengan pagi ini dimana seluruh Pemuda Indonesia sedang menyerukan Soempah Pemoeda dan beberapa baris pemuda sudah ber batik dan melakukan aksi dama di sudut-sudut krusial tiap kota Indonesia. 

Adalah seorang pastor tamu yang memberikan homily pagi itu, Romo Rudi Hartono asall Bantul (tanpa beliau jelaskan sebenarnya udah ketahuan logat (m)Bantulnya. Sok asik baca bible sambil mendengarkan lektor “reading” mata saya terhenti pada satu kalimat Yesus kepada seorang buta yang memohon agar bisa melihat dunia. Jesus said “Pergilah, imanmu akan menyelamatkanmu” Wow, saya langsung terdiam membaca kalimat itu lebih dari 3 kali sampe akhirnya saya mengaliihkan pandangan setelah Romo Rudi mengambil alih untuk memberikan homily. 

Menggelikan ketika Romo Rudi mengawali homilinya dengan memberikan pertanyaan “Siapakah di antara umat Gereja Santo Mikael ini yang berdoa setiap hari? atau setiap waktu? atau setiap Minggu? setiap bulan? Karena kami umat gereja dan bukannya siswa SMP yang suka cari muka di depan gurunya dengan mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dengan lantang, tentu saja kami–hampir semua umat, hanya tergelak dan senyum-senyum menanggapi perrtanyaan lucu Romo Rudi. Namun Romo Rudi malah lanjut nyeletuk “Wah wah wah, tampaknya umat-umat di sini hanya berdoa ketika galau, sedih, dirundung masalah, atau bahkan saat butuh untuk menyalahkan TUhan. Jleb banget dah. Iya bener, saya ini berdoa setiap saat, mau makan, mau tidur, mau pergi, mau ke pasar, mau minum, mau bobo terutama, dan sebelum melakukan aktivitas-aktivitas kecil lainnya, tapi tapi tapi saya rasa doanya kok kurang “berisi” atau sekedar “formalitas” at least it reminds me that God exists in my life🙂 Dan bener banget, saya ini (atau kebanyakan orang muda seperti saya ya?) doanya bakal lebih khuyuuuk dan “berisi” kalo lagi butuh, galau, down, dirundung masalah, atau sedang diuji imannya karena merasa hidup ini ga adil, Tuhan lagi vacation atau too much taking care anoher stuffs sampe-sampe kita kurang “dijamah”. 

Nah, Romo Rudi said “hiduplah dalam iman, dan iman akan menyelamatkanmu. Tapi coba untuk implementasikan iman dari hal-hal kecil di kehidupan.Yakin bahwa God exists and leads our life.” Satu hal kecil yang bisa mewujudkan keimanan kita versi Romo Rudi ni, let’s say kiita lagi nyetir di jalan dan ada pengendara motor yang bikin naik pitam karena ga punya manner, instead of cursing why don’t we just sing or pray or even thank God He shows a jerk in life. Well, lil bit ridiculous but I think that’s acceptable. Mungkin saudara saya yang muslim biasa ngomong “Astagfirulah” ketika mereka terkejut then why should we curse? 

Then ada anekdot tentang seorang anak kecil yang penasaran tentang Asal Usul Manusia. Sebut saja anak itu Putra. Putra bertanya pada mamanya,

Putra : ma, asal usul manusia darimana sih?

mama :; berdasarkan Firman Tuhan, manusia itu berasal dari Adam dan Hawa lalu mereka berkembang  biak, berketurunan, membentuk masayarkat dan struktur sosial dan muncullah kamu nak.

putra : oke makasi mam *ciummama*

Nah, namanya juga anak kecil dengan masih menyimpan rasa penasaran dan sedikit tidak percaya datenglah dia ke papanya :

Putra : pah, asal usul manusia itu dari mana sih pa?

papa : berdasarkan teori Darwin nak, manusia itu dulunya kera yang ber EVOLUSI menjadi manusia dan berketurunan, sampe ke nenek moyang kita, nenek kamu, papah, dan kamu nak.

Putra : oh gitu ya pah, makasih pa..

Putra lalu lari ke arah mamanya, 

Putra : ma, mamaaaaaa kata papa asal usul manusia itu dari kera. Jadi yang bener manusia tu berasal dari kera atau Adam dan Hawa sih ma?

Mama : *putar otak sebentar* Jadi gini nak, yang papa kamu ceritakan itu adalah versi keturunan papah, yang mama ceritakan tadi adalah nenek moyang mama. Akhirnya kami bertemu menikah dan lahirlah kamu.

Putra : Jadi, aku ini berasal dari manusia dan kera ya… ##**??????!!!!*****###

Sama seperti Putra yang penasaran mengenai asal usul manusia dan mencoba mencari tau ke mana mana serta masih tetap penasaran meski sudah mendapat jawaban dari mamanya, demikianlah kita (tepatnya saya juga) yang seringkali meragukan kuasa dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Padahal semakin kita mencari tahu dan penasaran tanpa menebalkan iman, salah-salah kita akan mendapat jawaban yang ambigu (seperti kasus Putra di atas). Nah, poiinya adalah, dalam hidup ini cukup percaya dan imani saja apa yang kita yakini, tak perlu lah mencari pembuktian atau jawaban atas segala rasa penasaran kita karena bahkann kadang-kadang situasi bisa menjadi lebih baik jika kita percaya dan imani tanpa harus tahu lebih dalam tentang latar suatu peristiwa.

 

Berkah dalem.

Tentang Elizabeth Mery Christian

follow me @gorgeousmery/ @eLsboutique www.facebook.com/ElsBoutique ig : gorgeousmery Line id : amazingmery
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s