Cntoh TUNTUTAN

KEJAKSAAN NEGERI

SURAKARTA

“ UNTUK KEADILAN”

 

SURAT TUNTUTAN

N0. REG. PERKARA : PDM-01/SKA/Ft.1/IV/2009

Nama Lengkap         : JENIFER LOPEZ, S.E.

Tempat Lahir            :  Jakarta

Umur / Tgl Lahir      :   37 tahun  / 22 Juni 1970

Jenis Kelamin           :   Perempuan

Kewarganegaraan    :   WNI

Tempat tinggal         :   Jl. Kahuripan No 45 Surakarta

Agama                      :   Kristen

Pekerjaan                  :  Wiraswasta

Pendidikan               :   Strata 1

JAKSA PENUNTUT UMUM

 

 

Anindya Ratna, SH., S.H.

Jaksa Utama Pratama NIP 230131301

 

Yosi Krisharyawan, S.H.

Jaksa Muda NIP 230311511

S U R A T  T U N T U T A N

N0. REG. PERKARA : PDM-01/SKA/Ft.1/IV/2009

I. PENDAHULUAN

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan memperhatikan hasil pemeriksan sidang dalam perkara atas nama TERDAKWA:

Nama Lengkap         : JENIFER LOPEZ, S.E.

Tempat Lahir            :  Jakarta

Umur / Tgl Lahir      :   37 tahun  / 22 Juni 1970

Jenis Kelamin           :   Perempuan

Kewarganegaraan    :   WNI

Tempat tinggal         :   Jl. Kahuripan No 45 Surakarta

Agama                      :   Kristen

Pekerjaan                  :  Wiraswasta

Pendidikan               :   Strata 1

Berdasarkan surat penetapan Hakim atau Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Semu surakarta NOMOR : 01/Pen.Pid/2009/PN.SKA tanggal 1 April 2009 (Acara Pemeriksaan Biasa), Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa Tanggal 3 April 2009.

TERDAKWA dihadapkan ke depan persidangan dengan dakwaan sebagai berikut:

DAKWAAN

KESATU :

Bahwa TERDAKWA  JENNIFER LOPEZ selaku dirtektur LOPEZ PROPERTY AND CO, setidak–tidaknya pada tanggal di bulan Januari tahun 2008, bertempat di Grand Ballroom Hotel Bianglala Jalan Slamet Riyanto No. 32 Surakarta atau setidak –tidaknya ditempat lain yang masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surakarta, secara bersama – sama dengan PARIS HILTON (dalam berkas tersendiri), sebagai orang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rankaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, yang dilakukan oleh TERDAKWA dengan cara sebagai berikut :

  • Bahwa TERDAKWA dan PARIS HILTON (dalam berkas tersendiri) menghadiri acara seminar kewirausahaan di Hotel Bianglala pada tanggal 13 Januari 2008. dengan tujuan mencari investor-investor untuk menamkan modal pada usaha milik TERDAKWA yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa saat itu TERDAKWA membujuk korban yaitu Adam, Markus, Beni, Susi, Rudi, Tuti, dan Albertha untuk menjadi investor di perusahaan jual beli property/rumah milik TERDAKWA yang bernama LOPEZ PROPERTY AND CO dengan cara:

a.       Mengatakan pada para korban bahwa ia telah menjalankan usahanya selama empat (4) tahun.

b.      Mengiming-imingi para korban dengan keuntungan 10 % per bulan dari jumlah modal yang disetorkan.

  • Bahwa ternyata perusahaan jual beli property/rumah milik TERDAKWA yang bernama LOPEZ PROPERTY AND CO. dan berlokasi di Jl. Samber Nyawa nomor 13 adalah fiktif karena ternyata tidak terdapat badan usaha tersebut diatas di alamat tersebut.
  • Bahwa TERDAKWA terhitung sejak  bulan Desember 2008 telah tidak memenuhi kewajibannya membayarkan keuntungan sebesar 10% dari jumlah investasi para investor seperti yang telah diperjanjikan dan tertulis dalam sertifikat investasi modal.

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.

KEDUA:

Bahwa ia terdakwa JENNIFER LOPEZ, S.E. selaku Direktur LOPEZ PROPERTY AND CO, pada hari Kamis tanggal 1 bulan Desember 2008 bertempat di Surakarta, yang dengan sengaja memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh TERDAKWA dengan cara sebagai berikut:

  • Bahwa TERDAKWA melakukan pemindahbukuan uang investasi milik para investor dari rekening perusahaan ke rekening nomor 000-1111 atas nama MEGY RYAN di Bank Merdeka cabang Surakarta sejumlah Rp 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah) tanpa sepengetahuan para korban untuk kepentingan pribadi.

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP.

 

II. FAKTA FAKTA PERSIDANGAN

Bapak Hakim Ketua dan Sidang Majelis yang kami hormati.

Sebagaimana telah terungkap di persidangan, bahwa TERDAKWA tidak mengakui dakwaan yang telah didakwakan kepada mereka.

Untuk membuktikan dakwaan tersebut telah didengarkan oleh saksi-saksi dan adanya barang bukti yang diajukan di persidangan sebagai berikut:

 

Saksi   I :

Nama : ALBERTHA S.Ip, 42 Tahun, Jakarta, 11 Januari 1967, pekerjaan Direktur Utama PT Pangan Jaya Mandiri, Agama Kristen, alamat : Jl. Kenangan No. 24 Surakarta,  kewarganegaraan Indonesia, pendidikan Strata 1, jenis kelamin perempuan.

Saksi di bawah sumpah menerangkan :

  • Bahwa saksi membenarkan semua keterangan dalam BAP.
  • Benar saksi dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani serta bersedia untuk diperiksa serta akan memberikan keterangan serta jawaban yang sebenarnya.
  • Bahwa saksi mengetahui keterangannya diambil sehubungan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang didakwakan kepada TERDAKWA.
  • Bahwa benar saksi mengenal TERDAKWA.
  • Bahwa benar Saksi pertama kali bertemu dengan TERDAKWA pada tanggal 13 Januari 2008 pada acara seminar kewirausahaan di hotel Bianglala yang beralamat di Jalan Slamet Riyanto No. 32 Surakarta.
  • Bahwa benar pada saat itu TERDAKWA membujuknya untuk meninvestasikan modalnya di usaha milik TERDAKWA yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa benar TERDAKWA menjanjikan keuntungan sebesar 10% perbulan.
  • Bahwa benar Saksi bersedia menjadi investor dan telah menyetor Rp 1 M sebagai modal investasi di usaha milik TERDAKWA yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa benar saksi menerima sertifikat penanaman modal dan kutiansi bukti penyetoran modal.
  • Bahwa benar saksi menerima keuntungan sebesar 10% perbulan mulai bulan Maret 2008 sampai bulan November 2008.
  • Bahwa benar saksi tidak menerima keuntungan sebesar 10% perbulan sejak bulan Desember 2008.
  • Bahwa saksi mengetahui terdapat beberapa investor lain selain dirinya yang juga tidak menerima pembayaran keuntungan sejak bulan Desember 2008.
  • Bahwa benar saksi telah meminta penjelasan kepada TERDAKWA berkaitan dengan tidak dibayarkannya keuntungan yang menjadi hak saksi, tetapi TERDAKWA tidak memberikan jawaban.
  • Bahwa benar saksi telah mencoba mendatangi alamat yang tertera dalam sertifikat sebagai alamat badan usaha LOPEZ PROPERTY AND CO. namun ternyata tidak ada badan usaha dengan nama demikian di alamat tersebut.
  • Bahwa benar semua keterangan yang telah diberikan adalah benar.

Atas keterangan saksi tersebut TERDAKWA menyanggah pernyataan bahwa tidak memaksa dan membujuk saksi untuk berpartisipasi dalam menanamkan modal ke LOPEZ PROPERTY AND CO. TERDAKWA hanya menawarkan dan saksi mau menanamkan modal dengan keinginan sendiri tanpa ada unsur paksaan sama sekali.

TERDAKWA mengakui bahwa memang terjadi keterlambatan pembayaran keuntungan kepada saksi, namun berdalih bahwa sama sekali  tidak ada unsur penipuan karena TERDAKWA berniat untuk membayarkan hanya saja kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan sehingga terjadi keterlambatan.

 

Saksi   II :

Nama  : PARIS HILTON, 30 tahun, Bangkok 12 September 1979, Pekerjaan Manager Keuangan LOPEZ PROPERTY AND CO, Agama Islam, Jl Gajahmada 123 Surakarta, Kewarganegaraan Indonesia, Pendidikan Strata 1, Jenis kelamin Perempuan.

Saksi di bawah sumpah menerangkan :

  • Bahwa benar saksi sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
  • Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
  • Bahwa benar saksi mengenal TERDAKWA.
  • Bahwa benar saksi menjabat sebagai Manager keuangan di LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa benar selama beberapa tahun terkhir ini kondisi keuangan LOPEZ PROPERTY AND CO. sedang kurang stabil.
  • Bahwa benar sebagai manager keuangan saksi mempunyai tugas, yaitu:

a.       Secara umum mempunyai tugas eksternal bertindak atas nama perusahaan dalam menjalankan hubungan dengan pihak ketiga dan secara internal  bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan keuangan LOPEZ PROPERTY AND CO.

b.      Secara khusus memberi pengesahan mengenai segala macam bentuk transaksi keuangan perusahaan.

  • Bahwa benar saksi bersama TERDAKWA hadir dalam acara seminar kewirausahaan yang diadakan di hotel Bianglala, yang beralamat di Jalan Slamet Riyanto No. 32 Surakarta.
  • Bahwa benar saksi mengetahui penawaran yang dilakukan TERDAKWA terhadap para investor.
  • Bahwa benar dikemudian hari terdapat beberapa investor yang menamkan modalnya di usaha milik TERDAKWA yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa benar saksi mengetahui dan mengesahkan tiap kali perusahaan membayarkan keuntungan kepada para investor.
  • Bahwa mengetahui adanya keterlambatan pembayaran keuntungan kepada para investor.
  • Bahwa saksi mengetahui adanya pemindahan dana dari rekening perusahaan ke rekening nomor 0001111 atas nama Megy Ryan Bank Merdeka Cabang Solo.

 

Atas keterangan saksi tersebut TERDAKWA tidak memberikan keterangan apapun.

Saksi   III  :

Nama  : Megy Ryan , 40 tahun, lahir di Purworejo, tanggal 20 April 1969, Alamat:   Jl. Kahuripan No 45 Surakarta, pekerjaan PNS, Agama Islam, kewarganegaraan  Indonesia, pendidikan SMA, jenis kelamin laki-laki.

Saksi di bawah sumpah menerangkan (keterangan saksi dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Saksi tidak dapat dihadIrkan karena sedang sakit, berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dr.Rina Gunawan,S.pd dari RS Omni International Jakarta tertanggal 3 Mei 2009) :

  • Bahwa benar sewaktu diperiksa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
  • Bahwa benar saksi memberikan keterangan didahului dengan sumpah.
  • Bahwa saksi mengetahui keterangannya diambil sehubungan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang didakwakan kepada TERDAKWA.
  • Bahwa benar saksi adalah suami TERDAKWA dan saat ini sedang dalam proses perceraian.
  • Bahwa benar saksi tidak mengetahui terjadi transfer uang senilai Rp 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah) ke rekening milik saksi di Bank Merdeka cabang Surakarta dengan no.rekening 000-1111 sampai adanya pemberitahuan dari Penyidik mengenai hal tersebut.
  • Bahwa walaupun rekening nomor 000-1111 di Bank Merdeka ditasnamakan saksi,buku rekening dan segala sesuatunya berada di tangan TERDAKWA dan saksi sama sekali tidak tahu menahu menganai perihalnya.
  • Bahwa alasan TERDAKWA yang menyatakan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan ibu TERDAKWA adalah tidak benar dan mengada-ada karena saksi mengetahui benar bahwa ibu TERDAKWA sama sekali tidak sedang dalam keadaan sakit.
  • Bahwa usaha LOPEZ PROPERTY AND CO sesungguhnya ada namun beberapa tahun belakangan sempat vakum tanpa alasan yang jelas.

Atas keterangan saksi tersebut, TERDAKWA menambahkan bahwa saksi terlalu mengada – ada dengan pernyataannya dan tidak mengetahui kondisi sebenarnya sehingga kurang relevan dalam memberikan keterangan.

 

Keterangan Ahli  :

Nama         : Dr. Anna Maria, S.H., M.H., Lahir di Kebumen, 18 Januari 1960, Umur 49 tahun, Jenis Kelamin perempuan, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Kristen, Pendidikan terakhir Doctoral, Pekerjaan Dosen Fakultas Hukum UNS/Ketua Program Magister Ilmu Hukum UNNS, ahli dalam bidang Hukum Pidana, Alamat Fajar Indah No. 10 Surakarta.

Ahli dibawah sumpah di persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

  • Benar bahwa  ahli sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta akan memberikan keterangan dengan sebenarnya.
  • Benar bahwa latar belakang ahli adalah sebagai Dosen Fakultas Hukum di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
  • Benar bahwa ahli mempunyai keahlian di bidang hukum pidana yang meliputi hukum pidana dalam hal pidana khusus.
  • Benar bahwa Ahli  tidak kenal dengan Sdri. Jenifer Lopez.
  • Benar bahwa Ahli bersedia untuk disumpah.
  • Benar bahwa latar belakang Ahli adalah lulusan Sarjana Hukum Universitas Gajah Maja, dan menyelesaikan program Magister Hukum di Universitas Sebelas Januari.
  • Benar bahwa saat ini Ahli bekerja sebagai Dosen Mata Kuliah Hukum Acara Peradilan Pidana di Universitas Sebelas Januari
  • Benar bahwa yang dimaksud penggelapan ialah kejahatan yang hampir sama dengan pencurian dalam pasal 362 KUHP. Bedanya ialah bahwa pada pencurian barang yang dimiliki itu masih belum berada di tangan pencuri dan masih harus diambilnya, sedang pada penggelapan waktu dimilikinya barang itu sudah ada di tangan si pembuat tidak dengan jalan kejahatan.
  • Benar bahwa yang dimaksud “memiliki” menurut arrest Hoge Raad 16 Oktober 1905 dan 26 Maret 1906 ialah pemegang barang yang menguasai atau bertindak sebagai pemilik barang itu, berlawanan dengan hukum yang mengikat padanya sebagai pemegang barang itu.
  • Benar bahwa Pekerjaan penipuan ialah:

–          Membujuk orang supaya memberikan barang, membuat utang atau menghapuskan piutang;

–          Maksud pembujukan itu ialah: hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;

–          Membujuk itu dengan memakai:

1.      Nama palsu atau keadaan palsu

2.      Akal cerdik (tipu muslihat) atau

3.      Karangan perkataan bohong

  • Benar bahwa yang dimaksud “membujuk” ialah melakukan pengaruh dengan kelicikan terhadap orang, sehingga orang itu menurutinya berbuat sesuatu yang apabila mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, ia tidak akan berbuat sedemikian itu.
  • Benar bahwa yang dimaksud “Barang” ialah seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain.
  • Benar bahwa yang dimaksud “memberikan” barang ialah barang itu tidak perlu harus diberikan (diserahkan) kepada terdakwa sendiri, sedang yang menyerahkan itupun tidak perlu harus orang yang dibujuk sendiri, bisa dilakukan oleh orang lain.
  • Benar bahwa yang dimaksud “menguntungkan diri sendiri dengan melawan hak” ialah menguntungkan diri sendiri dengan tidak berhak.
  • Benar bahwa yang disebut “nama palsu” ialah nama yang bukan namanya sendiri.
  • Benar bahwa yang dimaksud “keadaaan palsu” ialah misalnya mengaku dan bertindak sebagai agen polisi, notaries, pastor, pegawai kotapraja, pengantar surat pos, dsb. yang sebenarnya ia bukan pejabat itu.
  • Benar bahwa yang dimaksud “akal cerdik” atau “tipu muslihat” ialah suatu tipu yang demikian liciknya, sehingga orang yang berpikiran normal dapat tertipu. Suatu tipu muslihat sudah cukup, asal cukup liciknya.
  • Benar bahwa yang dimaksud “karangan perkataan bohong” ialah satu kata bohong tidak cukup, di sini harus dipakai banyak kata-kata bohong yang tersusun demikian rupa, sehingga kebohongan yang satu dapat ditutup dengan kebohongan yang lain, sehingga keseluruhannya merupaka ceritera sesuatu yang seakan-akan benar
  • Benar bahwa tentang barang tidak disebutkan pembatasan, bahwa barang itu harus kepunyaan orang lain jadi membujuk orang untuk menyerahkan barang sendiri, juga dapat masuk penipuan, asal elemen-elemen lain dipenuhinya.
  • Benar bahwa seperti halnya juga dengan pencurian, maka penipuan pun jika dilakukan dalam kalangan kekeluargaan berlaku peraturanyang tersebut dalam pasal 367 jo 394.

 

Saksi ke V :

Keterangan TERDAKWA

Nama:  Jenifer Lopez, S.E., 37 tahun, lahIr di Jakarta, tanggal 22 Juni 1970, pekerjaan Direktur Utama LOPEZ PROPERTY AND CO, Agama Islam, kewarganegaraan  Indonesia.

Menerangkan :

  • Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani dan bersedia untuk diperiksa serta akan memberikan keterangan serta jawaban dengan sebenarnya.
  • Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa mengaku belum pernah dihukum.
  • Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa TERDAKWA didampingi penasehat hukum.
  • Bahwa  TERDAKWA mengerti alasan dilakukannya persidangan.
  • Bahwa  TERDAKWA kenal dengan Saksi Albertha, paris Hilton, dan Kimin.
  • Bahwa TERDAKWA telah mendirikan LOPEZ PROPERTY AND CO dan menjabat sebagai Direktur Utama.
  • Bahwa  TERDAKWA tidak membenarkan BAP.
  • Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa menerangkan tidak pernah melakukan Tindak Pidana yang disangkakan dan hanya menjalankan didasarkan pada hal-hal yang sah dan dibenarkan baik secara profesi maupun secara hukum.
  • Bahwa TERDAKWA sewaktu diperiksa adalah sebagai Direktur Utama LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa sebagai Direktur Utama LOPEZ PROPERTY AND CO., TERDAKWA bertanggung jawab atas keberlangsungan jalannya perusahaan secara keseluruhan dan memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan perbuatan hukum atas nama perusahaan.
  • Bahwa TERDAKWA pernah melakukan keterlambatan pembayaran keuntungan pembayaran kepada para investor tetapi hal itu dikarenakan terjadi ketidak stabilan keuangan dalam perusahaan oleh karena membengkaknya biaya operasional pembangunan kantor baru.
  • Bahwa TERDAKWA meminjam dana perusahaan untuk pribadi karena suatu masalah darurat namun sama sekali tidak ada unsur penggelapan karena terdakwa telah membuat suatu pernyataan pada manager keuangan bahwa akan mengembalikan dana perusahaan sesegera mungkin setelah keuangan perusahaan membaik dan akan segera membayarkan sisa keuntungan para investor yang belum sempat di bayarkan.

 

PETUNJUK

Dari keterangan para saksi dan alat bukti surat yang saling bersesuaian antara yang satu sama lainnya yang sangat mendukung dengan berpedoman kepada ketentuan Pasal 188 ayat (2) KUHAP, keterangan terdakwa serta didukung pula dengan adanya barang bukti yang akan diajukan dalam persidangan ini yang telah dibenarkan baik oleh para saksi maupun oleh terdakwa sendiri yang merupakan alat bukti “petunjuk” tentang tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa.

 

Barang-barang Bukti:

Surat-surat

1.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 321 / K / 2009 / Serse tanggal 13 April 2009 telah disita dari TERDAKWA Jenifer Lopez barang bukti berupa tanda terima pembayaran investasi sebanyak 7 lembar, Sertifikat incvestasi modal sebanyak 7 lembar, akta pendirian perusahaan sebanyak 1 lembar, satu buku tabungan bank Merdeka no. Rekening 000-1111, Bukti setor bank sebanyak 7 lembar, Bukti pembayaran keuntungan sebanyak 35 lembar.

2.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 350 / K / 2009 / Serse tanggal 14 april 2009 telah disita dari Saksi ALBERTHA, barang bukti berupa 1 lembar bukti kwitansi pembayaran investasi, 1 lembar sertifikat investasi modal, 1 lembar tanda terima pembayaran keuntungan.

3.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 358 / K / 2009 / Serse tanggal 15 april 2009 telah disita dari Saksi ALBERTHA proposal penanaman modal di usaha milik TERDAKWA YAITU LOPEZ PROPERTY AND CO.

 

Barang bukti yang diajukan dalam persidangan ini telah disita secara sah menurut hukum, karena itu dapat digunakan untuk memperkuat pembuktian hakim dan memperlihatkan barang bukti tersebut kepada TERDAKWA dan saksi-saksi, dan oleh yang bersangkutan telah dibenarkan.

 

III. ANALISIS FAKTA

Bahwa dari fakta-fakta persidangan yang telah kami uraikan di atas tadi, maka dapatlah kami simpulkan sebagai berikut:

  • Bahwa TERDAKWA pada tanggal 13 Januari 2008 bersama PARIS HILTON (dalam berkas tersendiri) menghadiri acara seminar kewirausahaan di Hotel Bianglala yang beralamat di Jl.Slamet Riyanto No.32 Surakarta.
  • Bahwa di acara tersebut TERDAKWA bertemu dengan Adam, Markus, Beni, Susi, Tuti, Rudi, dan Albertha.
  • Bahwa TERDAKWA menawari Adam, Markus, Beni, Susi, Tuti, Rudi, dan Albertha untuk menanamkan modal pada usaha jual beli property miliknya yang bernama LOPEZ PROPERTY AND CO yang beralamat di Jl. Samber Nyawa No.13 Surakarta.
  • Bahwa para korban tertarik untuk menamkan modalnya dikarenakan terbujuk oleh iming-iming yang ditawarkan oleh TERDAKWA yaitu keuntungan 10% per bulan dari uang yang ditanamkan dan percaya dengan perkataan TERDAKWA yang menyatakan telah menjalankan usahanya selama 4 tahun.
  • Bahwa setelah diselidiki, ternyata alamat LOPEZ PROPERTY yang dicantumkan dalam proposal dan sertifikat penanaman modal tersebut adalah fiktif, karena tidak pernah ada badan usaha yang bernama demikian di Jl. Samber Nyawa No.13 Surakarta.
  • Bahwa korban mendapat pembayaran keuntungan secara rutin setiap bulan sejak bulan Maret 2008, tetapi semenjak bulan Desember 2008 keuntungan tidak lagi dibayarkan.
  • Bahwa korban telah meminta penjelasan kepada TERDAKWA mengenai tidak dibayarkannya keuntungan tersebut tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan, sebaliknya TERDAKWA selalu berkilah dengan berjanji akan segera dibayarkan.
  • Bahwa terjadi pemindahbukuan uang sejumlah Rp 900.000.000,- (sembilan ratusjuta rupiah) ke rekening No. 000-1111 atas nama MEGY RYAN di bank Merdeka cabang Surakarta atas perintah TERDAKWA pada hari Kamis tanggal 1 bulan Desember tahun 2008.

 

IV. ANALISIS YURIDIS

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati,

Sidang Pengadilan yang kami muliakan.

Dengan selesainya kami menguraikan pembuktian perbuatan yang didakwakan kepada TERDAKWA, maka kami akan melanjutkan dengan uraian pembuktian yuridis yang merupakan materi pokok dari seluruh tuntutan pidana kami, yaitu tindak pidana apakah yang telah dilakukan oleh TERDAKWA dan apakah TERDAKWA bersalah atas tindakan pidana tersebut.

Sebagaimana telah diuraikan di atas TERDAKWA JENNIFER LOPEZ, S. E.  yang telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan yang disusun secara Kombinasi maka kami akan membuktikan dakwaan-dakwaan tersebut.

Bahwa TERDAKWA telah didakwa dengan dakwaan-dakwaan sebagai berikut :

  • Dakwaan Kesatu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.
  • Dakwaan Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP.

 

Untuk itu akan kami buktikan terlebih dahulu dakwaan kesatu.

Unsur-unsur  dalam dakwaan kesatu:

Bahwa TERDAKWA didakwa dalam dakwaan Kesatu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.

 

Adapun Unsur-unsurnya sebagai berikut :

  • Barang siapa
  • Menguntungkan diri sendiri atau orang lain
  • Secara melawan hukum
  • Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan,
  • Menggerakkan orang lain utnuk menyerahkan sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapus piutang.

UNSUR BARANG SIAPA :

Barang siapa yang dimaksud sesuai dengan ketentuan umum Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang lebih dikenal secara populer dengan sebutan KUHAP, adalah orang perseorangan atau termasuk korporasi. Barang siapa sebagai subyek hukum yang mampu bertangguang jawab dan dapat dipertanggunagjawabkan atas perbuatannya, yang dalam perkara ini adalah TERDAKWA Jennifer Lopez, S.E., identitas sebagai mana tersebut dalam surat dakwaan yang di dalam persidangan terlihat sehat secara jasmani dan rohani.

 

Dengan demikian unsur “unsur barang siapa” telah terbukti.

UNSUR MENGUNTUNGKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

Bahwa unsur menguntungkan merupakan unsur batin yang memberi arah pada perbuatan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yanga ada padanya karena jabatan atau kedudukannya. Perbuatan menyalahguanakan kewenangan dan sebagainya itu ditujukan untuk menguntungkan dIrinya sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. (Nyoman Serikat Putra Jaya, S. H., M. H. , Tindak Pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Indonesia, 2000 : 13).

Unsur tujuan (doel) tidak berbeda artinya dengan maksud atau kesalahan sebagai maksud (opset als oogmerek) atau kesengajaan dalam arti sempit seperti ynag ada pada pemerasan, pengancaman maupun penipuan (368, 369, 378 KUHP).

Memperoleh suatu keuntungan atau menguntungkan artinya memperoleh atau menambah kekayaan yang sudah ada.

Bahwa dalam kasus ini, dengan bukti kuitansi dan keterangan dari saksi ALBERTHA, JENNIFER LOPEZ, dan PARIS HILTON:

  • Bahwa TERDAKWA membujuk saksi ALBERTHA dan beberapa korban lain untuk menamkan modal di usaha miliknya yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.
  • Bahwa TERDAKWA menerima penyerahan modal dari para investor dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 2,5 M.

 

Dengan demikian unsur “yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain” telah terbukti.

 

UNSUR MELAWAN HUKUM

Perbuatan melawan hukum yang dimaksud sesuai dengan penjelasan atas Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang lebih dikenal secara populer dengan sebutan KUHAP mencakup perbuatan melawan hukum dalam arti formil.

Sifat melawan hukum dalam arti formil jika yang melarang atau mencela adalah hukum tertulis.

Bahwa dalam kasus ini, TERDAKWA:

  • Menjanjikan kepada para investor /  korban keuntungan dari modal yang ditanamkan sebesar 10% per bulan.
  • Tidak membayarkan lagi keuntungan yang menjadi hak para korban sekak bulan Desember 2008, tanpa didahului pemberitahuan yang jelas mengenai sebab-sebabnya.

Dengan demikian berdasarkan fakta-fakta yang ada dan uraian pembuktian, unsur “melawan hukum” telah terbukti.

UNSUR Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan:

Nama palsu atau martabat palsu merupakan nama yang tidak sebenarnya, bukan nama asli termasuk keterangan-keterangan palsu dan tidak benar:

  • Mengaku pada para korban bahwa usaha LOPEZ PROPEERTY telah berjalan selama 4 tahun.
  • Menyebutkan alamat yang tidak benar.

Dengan demikian unsur “dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan” telah terbukti.

 

UNSUR Menggerakkan orang lain utnuk menyerahkan sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapus piutang:

  • Uang investasi milik para investor senilai Rp 2,5 M

Dengan demikian keseluruhan “ Unsur-unsur Pasal 378 kuhp telah terbukti.

 

Unsur-unsur  Dalam Dakwaan Kedua :

Bahwa TERDAKWA didakwa dalam dakwaan Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372.

 

Adapun Unsur-unsurnya sebagai berikut :

  • Barang siapa
  • Dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain,
  • Tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.

 

UNSUR baranga siapa:

Barang siapa yang dimaksud sesuai dengan ketentuan umum Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang lebih dikenal secara populer dengan sebutan KUHAP adalah orang perseorangan atau termasuk korporasi. Barang siapa sebagai subyek hukum yang mampu bertangguang jawab dan dapat dipertanggunagjawabkan atas perbuatannya, yang dalam perkara ini adalah TERDAKWA Jennifer Lopez, S.E., identitas sebagai mana tersebut dalam surat dakwaan yang di dalam persidangan terlihat sehat secara jasmani dan rohani.

 

Dengan demikian unsur “unsur barang siapa” telah terbukti.

UNSUR Dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaaan orang lain:

  • Mentransfer uang investasi para investor ke rekening nomor 000-1111 atas nama MEGY RYAN di Bank Merdeka cabang Surakarta tanpa sepenetahuan para investor.

Dengan demikian unsur “dengan sengaja memiliki barang sesuatu atau seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaaan orang lain” telah terbukti.

 

UNSUR Tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan

  • Uang investasi yang disetorkan oleh para investor senilai Rp 2,5 M.

 

Dengan demikian unsur “tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatantelah terbukti.

 

Dengan demikian keseluruhan “ Unsur-unsur Pasal 372 KUHP telah terbukti.

 

V. KESIMPULAN

Setelah mendengarkan saksi-saksi dan berdasarkan uraian yuridis tersebut di atas, maka kami selaku Jaksa Penuntut Umum menyimpulkan bahwa :

1.      Semua unsur dalam Pasal 378 KUHP telah terpenuhi.

2.      Semua unsur dalam Pasal 372 telah terpenuhi.

3.      TERDAKWA Jennifer Lopez, S.E. telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dalam Pasal 378 dan 372 KUHP, sebagaimana dimaksud dalam Dakwaan Kesatu dan Dakwaan Kedua tersebut diatas.

 

VI. TUNTUTAN PIDANA

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati.

Sidang pengadilan yang kami muliakan.

Bahwa dari pengamatan Penuntut umum selama pemeriksaan dipersidangan TERDAKWA terlihat normal baik secara jasmani maupun rohani sehingga TERDAKWA dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan yang dilakukkannya.

Bahwa dari hasil pemeriksaan di persidangan dengan memperhatikan ketentuan dari Pasal 378 dan 372 KUHP serta fakta-fakta yang terungkap dalam maupun selama terdakwa mengikuti persidangan ini, membuktikan keadaan dirinya atau pada dirinya atau pada dIrinya tidak didapati hal-hal yang dapat melepaskannya dari pertanggung jawaban pidana. Karena itu kepada diri TERDAKWA harus dijatuhi pidana atas perbuatannya sesuai dengan kesalahannya.

Oleh karenanya kami selaku Penuntut umum dalam perkara ini merasa yakin atas kesalahan terdakwa, sedangkan selama persidangan berlangsung kami tidak melihat adanya alasana pemaaf dana alasan pembenar yang dapat menghapuskan pidana dari perbuatan terdakwa. Oleh karena itu terhadap terdakwa haruslah dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya.

Beradasarkan Pasal 183 KUHAP minimal adanya dua alat bukti yang sah telah dapat diketemukan dalam persidangan ini dan sudah dapat meyakinkan hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap si pelakunya.

Sebelum kami sampai pada tuntutan pidana atas diri terdakwa perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan untuk mengajukan tuntutan pidana yaitu:

Hal-hal yang memberatkan antara lain :

1.      TERDAKWA dalam memberikan keterangannya berbelit-belit dan tidak berterus-terang.

2.      TERDAKWA selaku Direktur Utama LOPEZ PROPERTY AND CO tidak melaksanakan tugas berdasarkan fungsinya secara maksimal.

3.      Perbuatan TERDAKWA menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Hal-hal yang meringankan :

1.      TERDAKWA berlaku sopan di persidangan;

2.      TERDAKWA belum pernah dihukum.

Berdasarkan uraian dimaksud, kami selaku Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini dengan memperhatikan ketentuan Undang-undang yang bersangkutan :

 

M E N U N T U T :

Supaya Hakim/Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

I.      Menyatakan bahwa TERDAKWA JENNIFER LOPEZ terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana termaksud dalam Pasal 378 KUHP , sesuai dengan Dakwaan Kesatu dari Surat Dakwaan Penuntut Umum; atau

II.      Menyatakan bahwa TERDAKWA JENNIFER LOPEZ terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana termaksud dalam Pasal 372, sesuai dengan Dakwaan Kedua dari Surat Dakwaan Penuntut Umum.

III.      Menjatuhkan pidana terhadap TERDAKWA JENNIFER LOPEZ, S.E. dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama TERDAKWA berada di tahanan sementara dengan perintah TERDAKWA tetap ditahan, pidana denda sebesar  Rp. 900.000.000,-( sembilan ratus juta rupiah ), dan jika terpidana tidak membayar uang denda paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana penjara selama 1 tahun.

IV.      Menyatakan barang bukti berupa:

surat-surat

1.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 321 / K / 2009 / Serse tanggal 13 april 2009 telah disita dari TERDAKWA Jenifer Lopez barang bukti berupa tanda terima pembayaran investasi sebanyak 7 lembar, Sertifikat incvestasi modal sebanyak 7 lembar, akta pendirian perusahaan sebanyak 1 lembar, satu buku tabungan bank Merdeka no. Rekening 000-1111, Bukti setor bank sebanyak 7 lembar, Bukti pembayaran keuntungan sebanyak 35 lembar.

2.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 350 / K / 2009 / Serse tanggal 14 april 2009 telah disita dari Saksi ALBERTHA, barang bukti berupa 1 lembar bukti kwitansi pembayaran investasi, 1 lembar sertifikat investasi modal, 1 lembar tanda terima pembayaran keuntungan.

3.      Dengan Surat Perintah penyitaan No. Pol Sp. Sita / 358 / K / 2009 / Serse tanggal 15 april 2009 telah disita dari Saksi ALBERTHA 1 eksemplar proposal penanaman modal di usaha milik TERDAKWA yaitu LOPEZ PROPERTY AND CO.

V.      Menetapkan supaya terpidana dibebani biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (Lima ribu rupiah).

 

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan batin dan keteguhan iman kepada Majelis Hakim dalam memutus perkara ini.

 

Demikian tuntutan pidana ini kami bacakan dan diserahkan dalam sidang hari ini 6 Mei 2009.

Jaksa Penuntut Umum

 

Anindya Ratna, SH., S.H.

Jaksa Utama Pratama NIP 230131301

 

Yosi Krisharyawan, S.H.

Jaksa Muda NIP 230311511

 

Tentang Elizabeth Mery Christian

follow me @gorgeousmery/ @eLsboutique www.facebook.com/ElsBoutique ig : gorgeousmery Line id : amazingmery
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s